Home

Sabtu, 19 Januari 2013

PENYAKIT DI MUSIM HUJAN


Curah hujan yang meningkat membuat sejumlah permukiman penduduk tergenang air. Persoalan yang muncul saat banjir bukan hanya genangan air, rumah terendam, atau orang meningggal karena hanyut atau listrik, tetapi juga munculnya berbagai penyakit. Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada terhadap beberapa jenis penyakit yang kerap muncul di musim hujan.

Penyakit yang biasa muncul saat atau setelah banjir biasanya disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kotor. Kondisi ini memicu tumbuhnya jamur dan bakteri, dan munculnya hewan-hewan pembawa penyakit.


DIARE

Diare merupakan gangguan pada saluran pencernaan (gastrointestinal). Diare dapat menyebabkan dehidrasi yang sangat berbahaya bagi anak-anak dan orang usia lanjut.
Penyebab diare:
1.      Infeksi bakteri, berasal dari makanan atau air yang tercemar. Contohnya Campylobacter, Salmonella, Shigella, dan E-Coli.
2.      Infeksi virus, misalnya Cytomegalovirus, herpes simpleks virus. Intoleransi makanan, beberapa orang tidak mampu mencerna komponen makanan tertentu, seperti laktosa (gula susu).
3.      Parasit, masuk melalui makanan atau air. Contohnya Entamoeba histolytica, dan Cryptosporidium.
4.      Reaksi obat, penyakit pada usus, dan lain-lain. Terkadang penyebabnya sulit dideteksi.

Gejala:
  1. Sakit perut, kembung, mulas.
  2. Frekuensi buang air besar tinggi (sehari sampai 3-5 kali), kadang-kadang disertai darah.
  3. Kadang-kadang diawali demam.
  4. Dehidrasi.

PENYAKIT KULIT (panu, kudis, gatal-gatal)

Disebabkan oleh jamur atau bakteri yang muncul akibat kondisi air yang buruk.

Gejala:
  1. Bisa tanpa gejala.
  2. Bercak putih yang tersebar dan tidak enak dipandang.
  3. Gatal setelah berkeringat.


INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS (ISPA)

Semua radang yang melalui saluran pernapasan yang terjadi kurang dari dua minggu dinamai ISPA, termasuk di antaranya pilek, batuk, radang tenggorokan, radang pita suara, bronchitis, hingga radang paru-paru.

Penularan
Terutama terjadi melalui percakapan, bersin dan batuk, ingus dan dahak, serta benda-benda yang terkena cairan hidung sembarangan.

Gejala
Demam, batuk, dan pilek. Untuk bayi dan balita, bila disertai napas tersengal-sengal dan setiap kali menarik napas tulang-tulangnya terlihat jelas, tandanya dia sudah diserang radang paru-paru (pneumonia). Tanda lain yang mengindikasikan kegawatannya adalah tidak bisa minum, kejang-kejang, kesadaran menurun, mengorok, napas berbunyi, demam atau kebalikannya (suhu tubuh sangat rendah).

DEMAM BERDARAH
Penyakit ini muncul akibat meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti pascabanjir.

LEPTOSPIROSIS
Disebabkan kuman bernama leptospira, biasanya hidup pada hewan seperti tikus yang bemunculan pada musim hujan dan pascabanjir.


SAKIT MATA
Terjadi akibat infeksi bakteri atau virus yang bermunculan pascabanjir.

 

Gejala
  1. Mata merah dan berair.
  2. Mata keluar kotoran, terutama saat bangun tidur, dan sulit dibuka/lengket.
  3. Terasa pedih dan mengganjal.
Penyebab
  1. Benda asing pada mata.
  2. Infeksi bakteri/virus pada mata yang menular.
  3. Merupakan bagian dari penyakit umum seperti flu atau campak 45.

CACINGAN

Cacingan juga penyakit yang harus diwaspadai pada saat musim hujan. Penularan terjadi lewat tanah yang tercemar telur cacing. Biasanya cacing akan keluar bersama tinja penderita cacingan lalu bertelur di tanah. Jika tanah yang tercemar cacing memasuki saluran pencernaan, telur cacing akan menginfeksi usus. Makanan yang dihinggapi oleh lalat pun bisa terkontaminasi telur cacing. Cacing-cacing tersebut menginfeksi manusia lewat telur cacing yang termakan lalu masuk ke saluran pencernaan atau larva yang menembus kulit, melalui pori-pori kulit atau folikel rambut kemudian memasuki sistem peredaran darah menuju jantung, paru-paru, tenggorokan, dan memasuki saluran pencernaan lalu dikeluarkan kembali melalui tinja. Cacing gelang, cambuk, dan tambang dapat mengakibatkan infeksi ringan hingga berat. Infeksi ringan misalnya mencret akibat terganggunya sistem pencernaan. Sedangkan pada infeksi berat bisa mengakibatkan perlunya dilakukan operasi.


Thanks for reading ^_^

Sumber:
Harian “Media Indonesia”

PS:
Silakan kalau mau copy-paste, namun kalau tidak keberatan mohon sertakan link-back ke blog ini. Terima kasih.



Related Posts:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar