Home

Selasa, 12 Juli 2011

KODE DI BAWAH KEMASAN PLASTIK

Kode di bawah kemasan plastik adalah angka (dan huruf) dalam lingkaran segitiga (logo daur ulang), yang biasanya tercantum di bagian bawah kemasan.

Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan mengisi ulang botol plastik. Padahal, tidak semua botol plastik bisa digunakan kembali. Kode di bawah botol plastik menunjukkan boleh tidaknya botol (maupun wadah) plastik tersebut dipakai kembali. Kemasan plastik yang seharusnya hanya sekali pakai namun dipakai berulang-ulang bisa menyebabkan iritasi kulit, gangguan hormon, gangguan saluran pernafasan, dan kanker.

Kode-kode yang menandakan bahan pembuatan kemasan plastik tersebut dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada 1998 di Amerika Serikat dan kemudian diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti International Organization for Standarization (ISO). Tujuan pemberian kode ini adalah untuk memudahkan konsumen mengenali keamanan dan bahaya kemasan plastik.

Kode angka ini terbagi menjadi 7 kode angka.


Angka 1 [PET / PETE]

Kode ini disertai tulisan PET/PETE (polyethylene terephthalete). Kemasan dengan angka ini berarti mengandung 30% PET. Plastik jenis ini berwarna jernih, transparan, dan banyak dipakai untuk botol air mineral, jus, dan hampir semua botol minuman ringan lain.

Kemasan berkode 1 direkomendasikan hanya sekali pakai. Desain leher botol yang sempit membuatnya sulit dibersihkan. Lama kelamaan, bakteri dari tangan dan mulut bisa berkembang di botol. Bahan ini pun bila sering dipakai, apalagi untuk menyimpan air hangat atau panas, akan membuat lapisan polimer pada botol meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (penyebab kanker) dalam jangka panjang.

Pembuatan PET menggunakan antimoni trioksida, yang dalam dosis rendah dapat menyebabkan sakit kepala dan depresi. Dalam dosis besar, bisa mematikan. Uni Eropa menetapkan batas aman antimoni dalam air mineral adalah 5 mikrogram/liter. Namun, belum ada batas untuk produk makanan. Di atas batas aman ini, antimoni bisa menyebabkan mual dan muntah.


Angka 2 [HDPE]

Kode angka 2 biasanya disertai tulisan HDPE (high density polyethylene). Kemasan plastik ini memiliki bahan yang lebih kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Biasanya dipakai untuk kemasan susu, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman digunakan karena kandungan plastiknya mampu mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik dengan makanan atau minuman yang dikemasnya.

Seperti halnya PET, HDPE juga direkomendasikan sekali pakai. PET dan HDPE dibuat dengan menggunakan senyawa antimoni trioksida yang mudah masuk ke tubuh. Kontaminasi senyawa ini dalam jangka panjang akan menyebabkan iritasi kulit dan gangguan saluran pernapasan. Bagi wanita, senyawa ini bisa meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran.


Angka 3 [V]

Kode ini disertai huruf V (vinyl), atau PVC (polyvinyl chloride). Jenis ini adalah jenis yang paling sulit didaur ulang. Bahan ini biasa digunakan pada pembungkus dan beberapa botol minuman. Jenis ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA (di-2-etil-heksiladipat) yang dapat bereaksi dengan makanan saat bersentuhan langsung. DEHA bisa lumer pada suhu 15˚ Celcius.

Reaksi antara PVC dengan makanan yang dikemasnya berbahaya bagi ginjal, hati, dan menyebabkan penurunan berat badan.


Angka 4 [LDPE]

Kode angka 4 tertera bersama tulisan LDPE (low density polyethylene). Bahan ini kuat, sedikit tembus cahaya, dan fleksibel dengan permukaan agak berlemak. Bahan ini terbuat dari minyak bumi dan biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Pada suhu di bawah 60˚ Celcius, plastik ini sangat resisten terhadap senyawa kimia. Bahan ini memiliki daya proteksi yang baik terhadap uap air, namun kurang baik terhadap gas lain seperti oksigen. Plastik ini sulit dihancurkan namun dapat didaur ulang. LDPE baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimia dengan makanan yang dikemasnya.


Angka 5 [PP]

Tulisan PP (polypropylene) tertera bersama kode ini. Plastik ini kuat, transparan namun tidak jernih, berawan, ringan, berdaya tembus uap rendah, memiliki ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan agak mengkilap.

PP adalah bahan terbaik dan aman, terutama untuk tempat makanan dan minuman.


Angka 6 [PS]

Angka 6 ditemani tulisan PS [polystyrene]. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam dan tempat minum sekali pakai. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang bisa mengeluarkan bahan styrene ketika makanan bersentuhan dengan wadah. Selain dari tempat makanan, styrene juga didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung.

Bahan ini berbahaya bagi otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berbahaya bagi reproduksi, pertumbuhan, dan sistem syaraf. Bahan plastik ini pun sulit didaur ulang karena memerlukan proses yang sangat lama. Banyak negara bagian Amerika Serikat dan China sudah melarang pemakaian styrofoam untuk kemasan makanan.


Angka 7 [OTHER]

Kode angka 7 biasanya disertai tulisan OTHER. Jenis ini terbagi 4, yaitu PC (polycarbonate), SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), dan Nylon. OTHER biasanya digunakan untuk botol minuman olahraga, suku cadang mobil, alat rumah tangga, komputer, alat elektronik, plastik kemasan, botol susu bayi, gelas balita, botol minuman polikarbonat, dan kaleng kemasan.

PC tidak dianjurkan sebagai kemasan karena bahan utamanya, Bisphenol A, bisa keluar ke dalam makanan dan minuman. Bisphenol A bisa merusak sistem hormon, merusak kromosom pada ovarium, mengakibatkan penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.

SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu sehingga aman digunakan sebagai kemasan. SAN biasanya digunakan untuk mangkuk mikser, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi. Sedangkan ABS digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.

Kode Kemasan
Kode Kemasan


Thanks for reading ^_^

Sumber:

PS:
Silakan kalau mau copy-paste, namun kalau tidak keberatan mohon sertakan link-back ke blog ini. Terima kasih.



Related Posts:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar